Blog Archive
- 2017 (9)
- 2016 (69)
-
2015
(38)
- Mei(2)
- April(2)
- Maret(9)
-
Februari(13)
- ADD/ADHD Menurut Perspektif Cara Kerja Otak dan Pi...
- Dibalik Senyum Tulusmu
- Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat Kecilku
- Pranayama: Nafas Untuk Kedamaian dan Kesehatan
- Si Tokek
- Diary Ana 1
- Wiro Sableng #154 : Insan Tanpa Wajah
- Malaikat Berseragam
- BERTUMBUH HINGGA TANPA BATAS
- Kekuatan Meraih Hidup Ideal
- Wiro Sableng #109 : Rahasia Kincir Hantu
- Hasil Riset Tentang Uang: Menggembirakan atau Meny...
- Rahasia Pensiun Muda, Kaya Raya, Dan Bahagia
- Januari(12)
- 2014 (122)
- 2011 (3)
Blog Archive
-
▼
2015
(38)
-
▼
Februari
(13)
- ADD/ADHD Menurut Perspektif Cara Kerja Otak dan Pi...
- Dibalik Senyum Tulusmu
- Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat Kecilku
- Pranayama: Nafas Untuk Kedamaian dan Kesehatan
- Si Tokek
- Diary Ana 1
- Wiro Sableng #154 : Insan Tanpa Wajah
- Malaikat Berseragam
- BERTUMBUH HINGGA TANPA BATAS
- Kekuatan Meraih Hidup Ideal
- Wiro Sableng #109 : Rahasia Kincir Hantu
- Hasil Riset Tentang Uang: Menggembirakan atau Meny...
- Rahasia Pensiun Muda, Kaya Raya, Dan Bahagia
-
▼
Februari
(13)
About Me
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN
Sabtu, 14 Februari 2015
Wiro Sableng #154 : Insan Tanpa Wajah
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : PETAKA PATUNG KAMASUTRA
GURUN Tengger siang terik panas membara. Hari itu hari ke 305, merupakan hari terakhir dari tapa samadi yang dilakukan Cakra Mentari di atas pohon tanjung besar yang tidak terlihat oleh mata manusia biasa. Sekujur tubuhnya mulai dari rambut sampai ke kaki memutih tertutup lapisan debu gurun pasir. Sekian ratus hari dia duduk tidak bergerak, bahkan seolah tanpa bernafas di atas pohon tanjung yang menghadap ke utara. Setiap hari, tepat pada pertengahan siang, sekuntum bunga tanjung melayang jatuh ke arah kepalanya, secara gaib masuk ke dalam tubuh lewat ubun-ubun. Itulah satu-satunya makanan sekaligus minuman yang memberi kehidupan pada Cakra Mentari.
Perlahan-lahan matahari bergerak menuju titik tertingginya. Menjelang bola penerang jagat itu mencapai titik kulminasinya, sekujur tubuh Cakra Mentari tampak bergetar. Ada hawa dingin aneh menyelimuti, membuat tubuh pemuda itu mengeluarkan asap tipis yang memancarkan cahaya kebiruan
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #154 : Insan Tanpa Wajah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar