- 2017 (9)
- 2016 (69)
-
2015
(38)
- Mei(2)
- April(2)
- Maret(9)
- Februari(13)
-
Januari(12)
- Solid Team Work
- Respons Pembeda
- Gagasan yang Meyakinkan Dalam Tulisan
- Elang atau Kalkun
- Wiro Sableng #16 : Hancurnya Istana Darah
- Tak Menulis Apa-Apa
- Wiro Sableng #20 : Hidung Belang Berkipas Sakti
- Pertemukan Saja Saya dengan Neraka
- Wiro Sableng #30 : Dosa Dosa Tak Berampun
- Asal Usul Memberi Angpao
- Inilah Saat yang Kami Tunggu
- Mengapa Kucing Selalu Mengejar Tikus
- 2014 (122)
- 2011 (3)
Blog Archive
-
▼
2015
(38)
-
▼
Januari
(12)
- Solid Team Work
- Respons Pembeda
- Gagasan yang Meyakinkan Dalam Tulisan
- Elang atau Kalkun
- Wiro Sableng #16 : Hancurnya Istana Darah
- Tak Menulis Apa-Apa
- Wiro Sableng #20 : Hidung Belang Berkipas Sakti
- Pertemukan Saja Saya dengan Neraka
- Wiro Sableng #30 : Dosa Dosa Tak Berampun
- Asal Usul Memberi Angpao
- Inilah Saat yang Kami Tunggu
- Mengapa Kucing Selalu Mengejar Tikus
-
▼
Januari
(12)
About Me
Pengikut
IKLAN
Respons Pembeda
Untuk waktu yang cukup lama saya sering memikirkan pertanyaan sederhana ini: apa sih faktor terpenting yang membedakan trainer dan pembicara publik jempolan dengan trainer dan pembicara publik yang biasa-biasa saja?
Faktor latar belakang pendidikannya bisa saja muncul sebagai jawaban pertama atas pertanyaan tersebut. Bukankah orang-orang yang terpelajar dan bergelar sarjana, magister, master, apalagi doktor bidang studi tertentu banyak yang menjadi trainer dan pembicara publik yang handal? Mungkin ada benarnya. Namun tak sulit mencari contoh orang-orang bergelar yang merupakan pembicara membosankan.
Faktor kecerdasan emosionalnya mungkin menjadi jawaban lain. Mereka yang punya kontrol diri baik dan pandai membawakan diri dalam pergaulan sosial, tentu akan menjadi trainer dan pembicara publik yang handal. Saya sepakat. Namun cukup mudah untuk menyebutkan nama sejumlah kawan yang luas pergaulannya, memiliki jaringan sosial luar biasa, namun sebagai trainer dan pembicara publik, ia tidak nampak memesona.
Bagaimana dengan faktor sertifikasi dalam bidang yang spesifik, seperti sertifikasi MBTI, DISC, atau NLP dan berbagai variannya? Bukankah mereka yang memiliki sertifikasi dalam bidang-bidang yang terkait ilmu psikologi dan ilmu syaraf terapan; lebih khusus lagi mereka yang mempelajari jenis-jenis kecenderungan kepribadian dan ju
... baca selengkapnya di Respons Pembeda Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

0 komentar:
Posting Komentar