Blog Archive
- 2017 (9)
- 2016 (69)
-
2015
(38)
- Mei(2)
- April(2)
- Maret(9)
- Februari(13)
-
Januari(12)
- Solid Team Work
- Respons Pembeda
- Gagasan yang Meyakinkan Dalam Tulisan
- Elang atau Kalkun
- Wiro Sableng #16 : Hancurnya Istana Darah
- Tak Menulis Apa-Apa
- Wiro Sableng #20 : Hidung Belang Berkipas Sakti
- Pertemukan Saja Saya dengan Neraka
- Wiro Sableng #30 : Dosa Dosa Tak Berampun
- Asal Usul Memberi Angpao
- Inilah Saat yang Kami Tunggu
- Mengapa Kucing Selalu Mengejar Tikus
- 2014 (122)
- 2011 (3)
Blog Archive
-
▼
2015
(38)
-
▼
Januari
(12)
- Solid Team Work
- Respons Pembeda
- Gagasan yang Meyakinkan Dalam Tulisan
- Elang atau Kalkun
- Wiro Sableng #16 : Hancurnya Istana Darah
- Tak Menulis Apa-Apa
- Wiro Sableng #20 : Hidung Belang Berkipas Sakti
- Pertemukan Saja Saya dengan Neraka
- Wiro Sableng #30 : Dosa Dosa Tak Berampun
- Asal Usul Memberi Angpao
- Inilah Saat yang Kami Tunggu
- Mengapa Kucing Selalu Mengejar Tikus
-
▼
Januari
(12)
About Me
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN
Rabu, 14 Januari 2015
Wiro Sableng #16 : Hancurnya Istana Darah
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
DEBUR OMBAK memecah di pantai dan memukul lamping batu-batu karang terdengar abadi di udara pagi yang segar cerah. Kira-kira lima ratus tombak dari pantai tampaklah berdiri sebuah bangunan besar dikelilingi tembok tinggi sepuluh tombak. Baik-bangunan maupun temboknya seluruhnya berwarna merah.
Di daerah pantai seperti itu biasanya hampir tak pernah ditumbuhi pohon-pohon lain selain pohon kelapa. Namun adalah satu kenyataan aneh karena di Iuar tembok yang mengelilingi bangunan besar tadi tumbuh berkeliling dua puluh satu pohon beringir raksasa. Bila angin bertiup dari laut, daun-daun pohon beringin bergemerisik keras, akarakar gantungnya bergoyang-goyang deras. Semua ini menimbulkan suasana yang menyeramkan. Di samping itu, setiap angin bertiup maka menebarlah bau busuk dan anyir dari jurusan bangunan berwarna merah itu.
Bila seseorang mendekati tembok dan bangunan di tepi pantai sunyi itu, pastilah dia akan terkejut dan berdiri bulu tengkuknya. Akan goyah lututnya lalu akan lekas-lekas mengambil langkah seribu. Betapakan tidak! Warna merah pada atap, t
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #16 : Hancurnya Istana Darah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar