- 2017 (9)
- 2016 (69)
- 2015 (38)
-
2014
(122)
-
Desember(21)
- Abdiku Untukmu Keluarga Kecilku
- 10 Tips Meningkatkan Daya Kreativitas
- Filosofi Sungai
- Pria, Cinta dan Matahari
- Mengasah Jiwa Entrepreneur
- Di Seberang Padang Rumput Ilalang
- Bahasa Aneh -- Dongeng dari Negeri Swiss
- Ada Teman di Balik Pelangi
- Rencana Allah Pasti Indah
- Diantara Mahasiswa dan Dosen
- Cinta Titik
- My Book Diary
- Uji Sugestibilitas : Perlukah?
- The Girl Who Silenced The World For 5 Minutes
- Bangkit dari Keterpurukan
- Tunanetra? Aku Bisa!
- Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru
- Kupu-Kupu di Dalam Hujan
- Aku Juga Wanita
- Gubuk
- 2,5 Persen Saja
- November(6)
- Oktober(8)
- September(15)
- Agustus(9)
- Juli(5)
- Juni(6)
- Mei(18)
- April(11)
- Maret(10)
- Februari(13)
-
Desember(21)
- 2011 (3)
Blog Archive
-
▼
2014
(122)
-
▼
Desember
(21)
- Abdiku Untukmu Keluarga Kecilku
- 10 Tips Meningkatkan Daya Kreativitas
- Filosofi Sungai
- Pria, Cinta dan Matahari
- Mengasah Jiwa Entrepreneur
- Di Seberang Padang Rumput Ilalang
- Bahasa Aneh -- Dongeng dari Negeri Swiss
- Ada Teman di Balik Pelangi
- Rencana Allah Pasti Indah
- Diantara Mahasiswa dan Dosen
- Cinta Titik
- My Book Diary
- Uji Sugestibilitas : Perlukah?
- The Girl Who Silenced The World For 5 Minutes
- Bangkit dari Keterpurukan
- Tunanetra? Aku Bisa!
- Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru
- Kupu-Kupu di Dalam Hujan
- Aku Juga Wanita
- Gubuk
- 2,5 Persen Saja
-
▼
Desember
(21)
About Me
Pengikut
IKLAN
Kupu-Kupu di Dalam Hujan
Saat sebuah kasih sayang tak dapat dipisahkan, jarak dan waktu selalu memaksakannya. Ketika sebuah kasih sayang mulai pudar, jarak dan waktu juga yang selalu membuatnya kembali hidup dan datang.
Ada sebuah kisah antara kasih sayang Ibu dan seorang anak. Sebuah kisah penyesalan yang sangat mendalam di antara mereka. Sebuah air mata yang selalu terjatuh setiap saat mereka saling merindukan. Lantas apa yang mereka tangisi? Saat mereka merasa saling kehilangan, dan saat itu juga mereka merasakan betapa membutukannya mereka satu sama lain.
Aliza. Mereka biasa menyebutnya dengan panggilan tersebut. Dia adalah seorang anak berumur sepuluh tahun yang sangat menyayangi Ibunya. Tentu saja. Siapa lagi yang harus disayanginya kecuali sang Ibu? Dia seorang anak yatim. Dan dia adalah anak semata wayang Ibunya. Dia tak punya Kakak maupun Adik. Dia adalah satu-satunya yang Ibunya punya dan dia punya satu-satunya Ibu dan satu-satunya teman. Temannya yang tak lain bernama Nabila.
Kisah gelap itu berawal ketika sang Ibu sakit. Sang Ibu tak dapat bekerja seperti biasanya. Terpaksa sekali dia harus diam dan tinggal di rumah. Berhubung pekerjaannya adalah mencari kayu bakar di hutan, dia terlalu lemah untuk berangkat kerja. Namun dia masih bisa melakukan pekerjaan rumah yang kecil.
Pagi itu sang Ibu memasak jamur. Sementara Aliza masih tertidur pulas di kasur kecil
... baca selengkapnya di Kupu-Kupu di Dalam Hujan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

0 komentar:
Posting Komentar