- 2017 (9)
- 2016 (69)
- 2015 (38)
-
2014
(122)
-
Desember(21)
- Abdiku Untukmu Keluarga Kecilku
- 10 Tips Meningkatkan Daya Kreativitas
- Filosofi Sungai
- Pria, Cinta dan Matahari
- Mengasah Jiwa Entrepreneur
- Di Seberang Padang Rumput Ilalang
- Bahasa Aneh -- Dongeng dari Negeri Swiss
- Ada Teman di Balik Pelangi
- Rencana Allah Pasti Indah
- Diantara Mahasiswa dan Dosen
- Cinta Titik
- My Book Diary
- Uji Sugestibilitas : Perlukah?
- The Girl Who Silenced The World For 5 Minutes
- Bangkit dari Keterpurukan
- Tunanetra? Aku Bisa!
- Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru
- Kupu-Kupu di Dalam Hujan
- Aku Juga Wanita
- Gubuk
- 2,5 Persen Saja
- November(6)
- Oktober(8)
- September(15)
- Agustus(9)
- Juli(5)
- Juni(6)
- Mei(18)
- April(11)
- Maret(10)
- Februari(13)
-
Desember(21)
- 2011 (3)
Blog Archive
-
▼
2014
(122)
-
▼
Desember
(21)
- Abdiku Untukmu Keluarga Kecilku
- 10 Tips Meningkatkan Daya Kreativitas
- Filosofi Sungai
- Pria, Cinta dan Matahari
- Mengasah Jiwa Entrepreneur
- Di Seberang Padang Rumput Ilalang
- Bahasa Aneh -- Dongeng dari Negeri Swiss
- Ada Teman di Balik Pelangi
- Rencana Allah Pasti Indah
- Diantara Mahasiswa dan Dosen
- Cinta Titik
- My Book Diary
- Uji Sugestibilitas : Perlukah?
- The Girl Who Silenced The World For 5 Minutes
- Bangkit dari Keterpurukan
- Tunanetra? Aku Bisa!
- Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru
- Kupu-Kupu di Dalam Hujan
- Aku Juga Wanita
- Gubuk
- 2,5 Persen Saja
-
▼
Desember
(21)
About Me
Pengikut
IKLAN
Tunanetra? Aku Bisa!
Awalnya aku ragu dalam menghadapi hidup ini, banyak anak manusia yang memandang pertemanan hanya melalui fisik saja tanpa melihat dasar isi hati yang paling dalam. Aku ragu dalam memilah milih teman, apa lagi partner yang sesungguhnya sangat ingin sekali kumiliki.
Di sekolah, banyak sekali teman yang menjauhiku, mencampakkanku, dan menganggap ku tak ada. Aku sedih dan kecewa dengan semua yang dilakukan temanku. Apakah mungkin hanya karena keterbatasan fisik yang aku miliki, mereka tega melakukan perbuatan yang sudah ku anggap sangat keji itu? Atau adakah alasan lain yang lebih logis dan dapat dengan mudah ku terima tentang pembully-an – pembully-an yang mereka tindaskan padaku? Entahlah aku tak dapat berpikir apa-apa lagi tentang ini.
“Fitrah!” Seorang teman dari jauh memanggilku yang sedang mendengarkan rekaman yang sengaja ku rekam ketika guru bahasa Indonesiaku menerangkan suatu pelajaran. Tampaknya ia sedang membutuhkan bantuanku yang terlihat dari nada suaranya yang lirih. Atau jangan-jangan Ia hanya menjebakku agar aku terkecoh dan rencana yang telah di susun kawan-kawanku untuk membully-ku kembali terulang dan berhasil menggoreskan luka dihatiku.
Oh ya! Namaku Fitrah, Aku adalah anak perempuan penyandang tuna netra. Aku tidak sekolah di Sekolah Luar biasa memang. Karena aku ingin menunjukkan pada semua orang bahwa prestasiku dapat menyaing
... baca selengkapnya di Tunanetra? Aku Bisa! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

0 komentar:
Posting Komentar