Blog Archive
- 2017 (9)
- 2016 (69)
- 2015 (38)
-
2014
(122)
-
Desember(21)
- Abdiku Untukmu Keluarga Kecilku
- 10 Tips Meningkatkan Daya Kreativitas
- Filosofi Sungai
- Pria, Cinta dan Matahari
- Mengasah Jiwa Entrepreneur
- Di Seberang Padang Rumput Ilalang
- Bahasa Aneh -- Dongeng dari Negeri Swiss
- Ada Teman di Balik Pelangi
- Rencana Allah Pasti Indah
- Diantara Mahasiswa dan Dosen
- Cinta Titik
- My Book Diary
- Uji Sugestibilitas : Perlukah?
- The Girl Who Silenced The World For 5 Minutes
- Bangkit dari Keterpurukan
- Tunanetra? Aku Bisa!
- Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru
- Kupu-Kupu di Dalam Hujan
- Aku Juga Wanita
- Gubuk
- 2,5 Persen Saja
- November(6)
- Oktober(8)
- September(15)
- Agustus(9)
- Juli(5)
- Juni(6)
- Mei(18)
- April(11)
- Maret(10)
- Februari(13)
-
Desember(21)
- 2011 (3)
Blog Archive
-
▼
2014
(122)
-
▼
Desember
(21)
- Abdiku Untukmu Keluarga Kecilku
- 10 Tips Meningkatkan Daya Kreativitas
- Filosofi Sungai
- Pria, Cinta dan Matahari
- Mengasah Jiwa Entrepreneur
- Di Seberang Padang Rumput Ilalang
- Bahasa Aneh -- Dongeng dari Negeri Swiss
- Ada Teman di Balik Pelangi
- Rencana Allah Pasti Indah
- Diantara Mahasiswa dan Dosen
- Cinta Titik
- My Book Diary
- Uji Sugestibilitas : Perlukah?
- The Girl Who Silenced The World For 5 Minutes
- Bangkit dari Keterpurukan
- Tunanetra? Aku Bisa!
- Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru
- Kupu-Kupu di Dalam Hujan
- Aku Juga Wanita
- Gubuk
- 2,5 Persen Saja
-
▼
Desember
(21)
About Me
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN
Kamis, 11 Desember 2014
Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
DUA PEMUDA berpakaian kelabu dan sama menunggang kuda hitam, memacu kuda masing-masing menuju ke timur. Di belakang, di arah punggung mereka sang surya yang hampir tenggelam membersitkan sinar kuning merah. Ratusan kelelawar terbang berputarputar di arah selatan lalu lenyap di balik ketinggian pohon-pohon jati di puncak bukit kecil.
Pemuda yang menunggang kuda di samping kiri bertubuh ramping semampai, memiliki kehalusan kulit seperti peremptlan. Kepalanya dibungkus dengan sehelai kain berwarna merah. Kawannya seiring berbadan tegap. Dadanya yang berbulu tersembul di balik bajunya yang tidak berkancing. Memasuki jalan yang agak mendaki di lereng bukit, kuda tunggangan pemuda berikat kepala merah tiba-tiba saja seperti ditarik oleh satu kekuatan dahsyat dari belakang hingga binatang ini berhenti berlari. Kalau saja penunggangnya tidak cekatan dan sigap merangkul leher kuda itu, niscaya dia akan terlempar.
"Hai ....! Ada apa denganmu Wesi Ireng?!" Si pemuda menegur kuda tunggangannya
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar